Menyambung masalah yang aku hadapi dengan Putri , yang udah aku ceritain di sini, ternyata Mba Arie membahasnya pada acara Parenting , My Parents , my Hero di radio DFM 103.4 FM kemarin sore jam 5. Karena jam segitu aku udah berada di bis, aku berharap bisa ngedengerinnya lewat HP make earphone. Bongkar tas, eh ternyata ga ketemu tuh barang.. huaaaa... inget2 , wah kayaknya ketinggalan karena aku ganti tas hari ini dan emang tadi pagi males buat bawa earphone. Hmmm sempet sedih juga karena berarti aku ga bisa dengerin pembahasan masalah Putri ini yang terus terang aku berharap banget dapat pencerahan dan solusi untuk menghadapi masalah ini.
Pas mo sampe bis , barengan ama temen, dan aku iseng banget ngomong kalo aku butuh earphone, tp ketinggalan di rumah, ehhh tiba2 dia ngeluarin MP3 –nya dan nyuruh aku bawa aja dulu... waaahhh rejeki emang ga kemana.... seneng banget, karena aku bisa dengerin juga tuh radio.
Sampe bis jam 5.15, cari gelombang FM-nya, ketemu dan pembahasan udah dimulai.. tapi ga papa lah, mudah2an masih bisa konek dan nyambung. Pembahasan dilakukan oleh Pa Hindra Gunawan.. aku belom kenal beliau , tapi seperti nya beliau adalah pengurus dari sekolah orangtua. Acara dipandu oleh mba Arie tentunya, ternyata suaranya imut banget... kirain galak .. hehehehe...
Cara bicara p’Hindra cukup mudah dimengerti dan cukup membuka pikiranku mengenai pola pengasuhan aku kepada putri. Yang pada kesimpulannya sih adalah bagaimana menerapkan 5 (lima) bahasa/tangki cinta kepada anak2 kita. Karena aku dengerinnya sudah setengah jalan, kira2 ke 5 bahasa itu ialah :
- Sentuhan
- Hadiah kecil
- Kata kata Pendukung
- Pelayanan
- Saat saat menyenangkan
Pada usia dibawah 5 tahun, sebaiknya ke 5 bahasa atau tangki cinta itu kita berikan semua kepada anak2 kita, karena kita belum mengerti bahasa apa yang lebih diinginkan oleh anak2 kita.
Diatas usia 5 tahun, biasanya mereka sudah menunjukkan bahasa apa yang mereka inginkan, dan orangtua bisa berkonsentrasi kepada bahasa tersebut.
Sebagai orangtua, kita harus terus memaintain ke 5 tangki itu, jangan kita biarkan kosong, karena kekosongan itu akan menimbulkan prilaku2 tertentu pada anak.
Sebagai orangtua juga kita wajib tahu isi atau berupa apa bahasa yang kita terapkan pada anak2, misalnya sentuhan, sentuhan seperti apa yang dibutuhkan, jangan berlebihan dan jangan sampai dia merasa terabaikan karena kita lupa untuk sekedar memeluknya disaat kita pulang kantor. Atau Hadiah kecil, bukan berarti kita memberikan berbagai macam hadiah yang mahal2, tapi sebuah sticker kecil lebih berarti bagi anak bila kita kontinu memberikannya sebagai penghargaan dan bentuk perhatian kita kepada mereka.
Untuk anak di atas 8 tahun, jangan sekali2 kita mengabaikan perasaan mereka, jangan sekali2 kita membuang pemberian mereka, karena itu sangat membekas dalam hati mereka dan akan menjadi luka dalam yang akan diingat sampai dewasa.
Saat aku menanyakan apakah ada hubungannya dengan kemungkinan nya cemburu kepada adik2 nya, Bp. Hindra mengungkapkan ada fase2 anak dalam perkembangannya. Nah pada pembahasan ini aku kurang konsentrasi mendengarkan karena posisiku di dalam bis yang kurang nyaman (hiks). Tapi sekilas aku mengambil point bahwa ada beberapa fase anak yang harus diselesaikan . Fase 1-3 tahun ada fase apaaa gitu, trus 3-5 tahun juga memiliki fase lainnya . Begitu seterusnya, yang seharusnya pada tahapan usia nya itu, setiap fase harus bisa diselesaikan. Karena bila tidak selesai maka akan menumpuk pada fase berikutnya. Dan akhirnya bila tidak diselesaikan akan bertumpuk dan menjadi masalah yang berat.
Ada beberapa pelajaran yang aku bisa ambil dari pembahasan ini dan cukup membuka pikiranku untuk mengintropeksi pola asuh ku pada Putri., antara lain :
- Aku harus mencari bahasa cinta apa yang harus aku berikan kepada Putri, dan aku harus konsisten dengan bahasa cintanya. Yang aku rasa putri sangat menyukai bahasa pelukan dan hadiah kecil . Namun aku akan memulai nya dengan ke 5 bahasa itu, sehingga aku bisa menumbuhkan kepercayaan Putri lagi padaku.
- Aku akan diskusi dengan suamiku mengenai pola asuh ini. Tidak ada hukuman fisik lagi.. (suamiku masih suka menghukum Putri secara fisik L) .
- Aku akan coba menjadi sahabatnya, tidak menggurui, tapi mencoba mengerti apa yang ada dalam hatinya
- Aku akan berusaha menyelami apa masalahnya , apa yang mengganjal dalam hatinya, sehingga persoalan sekolah, teman, pelajaran , bukan menjadi beban bagi dia
- Mendengarkan apa maunya bukan berarti menuruti semua kemauannya. Berarti aku harus belajar lagi cara bicara yang baik, hingga bisa diperoleh win win solution
Apa lagi yaaa.... hmmm seandainya kamu tahu nak, ibu pengen yang terbaik buat kamu, begitu cinta ibu pada kamu nak, ibu akan belajar untuk menyelami dirimu dengan kesabaran dan keikhlasan... Semoga kamu mengerti ya nak....
Hmmmm... pengen banget dapet copy rekaman acara kemarin.. nanti mo hubungin mba Arie ah,.. biar aku bisa share ke suami dan teman2…
Skali lagi trimakasih buat Mba Arie, juga teman2 yang udah share dan ngasih inputan untukku. Oh ya mohon koreksi bila ada yang salah ya.....
Kalian semua adalah teman terbaikku.....