Mempraktekkan sesuatu memang tidak semudah membaca dan mencerna sendiri. Begitu juga yang aku alami untuk mempraktekkan pola hidup sehat pada lingkunganku. Tidak ada sedikitpun niatku untuk menyombongkan diri, hanya apakah aku salah jika aku ingin berbagi apa yang aku tahu untuk meluruskan sesuatu yang bengkok. Suatu kebiasaan yang sudah mengakar memang akan sangat sulit untuk dibenahi, jalan terbaik mungkin adalah dengan mempraktekkan pada diri sendiri dengan harapan akan ada yang mencontoh. Respon memang lama sekali dan sudah berbulan2 aku lakukan hanya segelintir yang menganggap hal itu baik dan tidak sedikit juga yang mencap aku sebagai sok tahu. Hari ini membuat aku kembali berpikir, apa yang salah dengan cara penyampaianku, apa aku yang kurang menguasai sehingga semua berbalik menerjangku dan menuduhku "sok tahu" tadi. Sampai akhirnya tadi aku berpikiran.. "terserah elu deh" .. padahal aku tahu bahwa ucapan itu sama dengan ucapan keputusasaan ku. Betapa mirisnya hatiku saat dengar bahwa pendapatku ttg take it easy to handle common cold pada baby itu menyesatkan. Bahwa apakah aku akan bertanggung jawab jika ternyata apa yg aku ucapkan berbeda dengan kenyataan ? . Bahwa apakah treatmen yg aku sarankan dapat menjadikan anak kita lebih tangguh, bahwa apakah vitamin dan obat2an yg aku tidak sarankan bisa menjamin anak akan tumbuh dengan sehat ? dan bla bla lainnya yang semakin memojokkan aku tanpa memberi aku kesempatan menjelaskan secara tenang dan by fact. Artikel mengenai kesehatan yang aku dapat dari milis Sehat hanya menjadi email sambil lewat bagi mereka. Undangan untuk mengikuti PESAT dan seminar kesehatan lainnya juga hanya menjadi undangan belaka bagi mereka. Sementara hobbi mereka untuk berkunjung kedokter dan mencekoki anak2 mereka dengan antibiotik dan obat2an keras tetap mereka lakukan. Yang satu anaknya dirawat karena radang tenggorokan... (perlukan itu ...?), Yang satu anaknya harus mengkonsumsi MUCOPECT untuk pilek yang mengental ..(Mengerikan...), sementara yang lain memaksakan babynya yang baru 4 bulan untuk makan lantaran kelihatannya babynya kelaparan, yang lain males meres ASI karena ga ada temen buat meres... atau yang lainnya lagi ngasihin PRORIS dan TEMPRA secara bergantian tiap 4 jam sekali saat anaknya panas, walau hanya 38 der C. dan masih begitu banyak lagi prilaku yang menurutku dan aku yakin bunda Wati akan bilang TIDAK PERLU yang dilakukan oleh lingkungan ku. Hmmmmm ... hanya bisa menarik nafas dan berharap semoga aku masih bisa membantu mereka, entah dengan cara bagaimana. Mungkin one step at a time, dan tidak usah memaksakan. Setidaknya aku masih diberi cara untuk tetap memperoleh ilmu dari rekan milis ataupun dari artikel yg aku peroleh dari blog2 bermanfaat lainnya.
Keep on moving and never give up to try making a better world....
| |
|