Eva's posts with tag: diary bunda...
Lelah ...
Kesal ...
Cape ...
Bingung....
Ngantuk....
Sakit ....
Berat ...
Senyum ....
Rindu ...
Tangis. ...
Kesal (lagi)
Harus ...
Wajib ...
Tenang ....
Rileks ....
Take
a
Deep
Breath.....
I wish ...
Let it flow ...
Hope ...
Time ...
Sleep ...
Tired ...
Kesal (againnnn) ...
Senyum...
Love...
Care ...
smile ...
ting
tong
jam 5 ...
macet..
tidur ..
Big Smile ...
children ...
Wait for Mom
huaaaaaaa....... Kangen bangettttttttt ....
So little time... too much things to do ... 
Malam ini aku pulang agak telat, sampai rumah jam 8 malam, karena tadi ada perlu dulu . Seharian ini Putri dan anak2 nelfonin aku terus , cari perhatian dan ada aja yang dicurhatin. Mungkin mereka emang kangen kali ya ama ibunya. Sampai di rumah , mereka udah tidur dan aku menyempatkan diri untuk mencium mereka satu persatu. Di ruang TV, mas Ghi tidur dengan lelapnya, ku elus wajahnya dan kucium keningnya, kupeluk sejenak seraya mengucap selamat tidur dan mendoakan nya. Dia sudah menjadi lelaki-ku, wajahnya begitu beda dengan saat kecilnya, keras rahangnya menandakan ketegasan dirinya. Desahan nafasnya seolah menandakan emosi jiwanya yang semakin matang dan berkembang.
Aku beralih ke kamar tamu, dimana Fadhl tidur sementara aku belum pulang, dia tidur dengan lelapnya, menumpu di salah satu tangannya dengan bibir terbuka sedikit dan sesekali menampakkan senyum. Aku raba wajahnya dan kucium pipinya seraya berdoa dan mengucap cinta. Sudah 11 bulan kau nak, tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Maisaan terbangun mendengar suaraku dan langsung memelukku serta mencium ku. Seperti biasa dia menanyakan kenapa aku pulang malam, dan berharap besok ibu bisa libur. Aku harus jujur dan dengan perlahan mohon pengertiannya untuk tetap mengijinkan aku kerja esok hari. Alhamdulillah dia tidak berargumen lebih lama, karena dia langsung mengajakku kekamar untuk menunjukkan sesuatu. Tiba di kamar, kudapati putri sudah tertidur, begitu manis, begitu tenang, dan seperti rutinitas , aku cium keningnya dan memeluk tubuh mungilnya. Ya, putri sudah tidak segemuk dulu, dia ramping saat ini, mungkin karena aktivitas yang full di sekolahnya dan pertumbuhan nya yang lebih ke arah tinggi.
Pandanganku beralih ke samping tempat tidur... ada apa ini, sebuah bungkusan plastik, dengan hiasan bunga dan stiker nama anak2. Wah .. aku dapat hadiah dari anak2.. Alhamdulillah..... indah sekali, indahhh dan nikmaat sekali rasa di hati. Rasa lelah, rasa letih seolah terbang dan hilang begitu saja.  Maisaan tersenyum melihatku yang terpaku menatap bingkisan itu. "ya bu, itu mba Uti yang bikin, mas ama abang ikut bantuin aja, ibu suka ga? " Subhanallah.... tentu saja anakku... tiada hal terindah hari ini selain hadiah sederhana ini, ungkapan cinta kalian begitu indah, memberi semangat baru bagi bunda malam ini untuk menyadari tiada masalah yang tidak dapat diselesaikan selama ada cinta dari kalian.... cinta murni kalian yang akan selalu menerangi dan membangkitkan semangat Bunda.. Terimaksih sayang.... atas niat kalian membahagiakan bunda, atas keinginan kalian untuk membanggakan bunda, atas segala prilaku kalian yang mengagumkan bunda.
Alhamdulillah ya Allah....
Maaf mo curhat dikit .. eh banyak deng ... Sudah berkali2 bilang supaya aku jangan dikirimin e-mail berantai... Tetap saja dikirimin, dari orang yang sama dan terkadang malah nambah dari orang yg ga dikenal. Gampang sih untuk mendelete e-mail itu.. tapi.. lama2 kok seperti ada yang mengganjal di hati. Aku tahu itu salah, tapi kenapa aku hanya mendiamkannya.
Jenis e-mail berantai yang aku maksud tuh gini , misalnya : - Ucapan2 zikir .... teruskan kepada 10, 20, sekian banyak orang, maka kamu akan mendapatkan rejeki ini dan itu
- Send this love e-mail.. you will find much love from your family
- Jangan hapus e-mail ini , kalau kamu tidak mau celaka malam ini
- yang paling sering tuh yang wasiat dari Medinah ... bla bla bla.. kalau ga diteruskan akan mendapat kesulitan dalam hidup, dan bila diteruskan akan mendapat kebahagiaan..
Ya Allah... sediihhh, kesel, marah... tapi ternyata banyak banget yang masih percaya itu. Kenapa masih mempercayakan hidup, mati, kebahagiaan, kesusahaan dengan hal yang demikian. Hidup ini sangat sederhana, Islam ini begitu indah, begitu mudah, begitu gampang .. untuk apa dipersulit dengan menambah kewajiban meneruskan hal demikian untuk memperoleh kebahagiaan ??
Jadi.. please .. jangan kirimi aku e-mail seperti ini lagi yaaa ....
ps: bila ada artikel yang bisa memperkuat argumen aku ini, pls PM ya... biar dakwah ini berjalan, maklum aku masih awam dan masih lemah dalil, tapi apa yang aku yakini ingin aku sebarkan. Trims
INNALILLAHI WA INNAILAIHI ROJI'UN
TELAH BERPULANG TENGAH MALAM TADI KE RAHMATULLAH, TEMAN KITA FRIDA SAFRIANA-BNI SKC SOLO SETELAH KOMA BEBERAPA HARI DALAM PERJUANGANNYA MELAHIRKAN BAYINYA. SEMOGA ARWAH ALMARHUMAH DAPAT DITERIMA DI SISI ALLAH SWT, DIAMPUNI SEGALA DOSANYA & DITERMIA SEGALA AMAL IBADAHNYA. SEMOGA KELUARGANYA DIBERI KETABAHAN, DAN SEMOGA BAYI MUNGILNYA DIBERI KASIH SAYANG LEBIH OLEH ALLAH SWT. AMIN.....Begitu isi e-mail di pagi ini yang cukup membuatku meneteskan air mata ..  Perjuangan seorang ibu dalam penantiannya mendapatkan titipan NYA... Perjuangan yang berbuah surga ... Frida... aku sendiri sebetulnya tidak mengenal dia secara personal, tapi kami suka komunikasi lewat forum di kantor, dimana dia ingin tahu dan ingin lebih baik dalam menjalani hidup sebagai seorang istri dan calon ibu. Masalah kesehatan, masalah kehamilan, masalah parenting, kita share semua.. Namun jalan lain harus engkau tempuh kawanku.. Insya Allah anakmu akan menjadi anak sholeh (aku blm dpt kabar jenis kelaminnya). Dan semoga suami dan keluarga bisa menerima dengan keikhlasan dan kesabaran.... ps: Frida memiliki asma, dan ingin melahirkan normal, pada pembukaan 8 , saat dokter meninggalkan untuk sholat Isya, ternyata Frida tidak kuat, dan akhirnya koma karena pembuluh darahnya pecah.
Seandainya Bunda seperti bu’de Pulang kerja kemarin (120508), aku kebetulan pulang satu bis sama kaka iparku yang rumahnya juga ga jauh dari rumah. Sperti biasa aku dijemput abang dan anak2 di tempat perhentian bis, supaya aku ga usah naik ojek lagi. Kk iparku udah dijemput juga sama supirnya, jd ga barengan sama aku. Dimobil, Maisaan yang ngeliat pa’de nya langsung ngomong gini ... ”bu, ko pa’de ga ikut kita” ”iya, pa’de dah dijemput pa’Ending” ”kok pa’de doang yang pergi, bu’de kok ga pergi” ”kan bu’de ga kerja, jadi Cuma pa’de aja yang pergi ke kantor” ”emang bu’de ga punya kantor?” ”bu’de ga kerja bang ican ... ” ”trus bu’de kantornya di mana?” ”bu’de kantornya di rumah” ”kerja apa di rumah bu” ”ya kerja ngurus kaka sashi, mas daffa ama ade chaya” ”jadi bu’de kerjanya di rumah?” ”iya...” saat ini perasaanku mulai ga enak .. ada sedikit rasa sedih dihati ini. ”trus kenapa ibu ga kaya bu’de aja?” ”maksud bang ican gimana?” ”ya ibu kaya bu’de aja... kerja di rumah aja , ngurus mba uti, mas Ghi, bang Ican ama ade fadhl” Ga brasa air mataku mulai turun ... dari sudut mata aku liat abang merhatiin aku... dan dipegang tanganku , menguatkan aku... Aku hanya bisa menarik nafas dan mencoba tenang... ”iya bang .. doain bunda ya... biar bunda bisa segera kerja di rumah, sepert bu’de” ”asyikkk bener ya bu, biar bapak aja yang naik bis, ibu ga usah pergi pagi2, nemenin ican aja di rumah” ”iya sayang.... tapi sekarang ibu belum bisa, masih ada yang harus kerjakan di kantor, itu tanggung jawab ibu... ga boleh ibu khianat” ”iya , soalnya nanti diomelin bos ya bu” ”hmmm.... kan ibu dapat uang dari kantor, jadi ibu harus kerja spy uangnya bisa diambil, kalo ga kerja , ibu ga bisa ambil uangnya” ”kalo gitu, kerjaannya di rumah aja bu, kertasnya dibawa kerumah, nanti ican ga ganggu deh, ican liat aja, janji... ” ”iya can... insya Allah ya sayang... emangnya ican kenapa sih, kok pengen ibu di rumah?” ”soalnya ican kangeeeennnn banget ama ibu, ican tuh sayaaanggg banget sama ibu, ican pengen ibu kaya bu’de aja, biar ican bisa peluk ibu terus” Aku ga sanggup berucap lagi.. hanya bisa memeluk nya dan menciumnya. Seandainya kamu tahu nak.... inginku seperti inginmu... Doakan saja, kuatkan saja ibumu nak.... Cinta ibu ada terus disisi kamu, walau raga ibu ga ada di sana Kasih ibu selalu menaungi dirimu, menyelimutimu saaat kau tertidur, Menyiramimu saat kau membasuh tubuhmu, Memelukmu disaat kau sendiri Mencium mu disaat kau tersipu... Dan pagi ini, kembali dia menggelayut di kaki ku, ”bunda kapan kaya bu’de”
Hari Rabu lalu (30-04-08) sepulang aku dari kantor, aku mendapati sebuah bingkisan tertutup kertas kado di samping tempat tidurku. Aku tahu pasti ini dari Putri ku, karena memang itulah kebiasaannya untuk memberiku surprise atau sekedar mengucap cinta dan sayang. Siangnya dia udah SMS bahwa dia akan memberikan kejutan buatku. Dugaanku adalah hasil karya kreatifnya, biasanya ya gambar , puisi, kreasi apa lah yang buatan dia sendiri. Melihat bingkisan itu, aku langsung duduk di pinggir tempat tidur, dan dari sudut mata aku melihat Putri ngintip di balik pintu kamar. Aku hanya tersenyum dan mencoba menjadikan momen ini sbg momen yang berharga bagi kami berdua. Aku sengaja belum memanggilnya ke kamar, karena aku ingin mengetahui dulu hadiah apa dari dia kali ini. Perlahan aku buka bingkisan itu, dan ternyata didalamnya adalah lembar sertifikat kelulusan Putri dari Qiraaty-nya dan skrg siap untuk mulai ke Al-Qur’an. Alhamdulillah...... Senyum bahagiaku tidak dapat aku sembunyikan, aku bahagia dengan caranya ingin membahagiakanku, aku bahagia dengan apa adanya dia. Aku langsung memanggilnya dan dia sambil tersenyum berlari kearah tanganku yang membentang siap untuk memeluknya. Dalam pelukan itu aku ucapkan selamat atas prestasinya dan dia pun tertawa bahagia. Setalah itu kami mulai lah perbincangan rutin kami, menanyakan kabar masing2 dan kegiatan apa yang sudah dilakukan hari ini. Dia cerita kalau hari ini dia ujian kelulusan Qiraaty, dan semua bisa dilewati dengan sukses. Tidak ada hambatan, dan besok putri mulai beralih ke Alqur’an dan Gharib (aku masih blom paham apa arti gharib dan maksudnya ngapain). Sistem belajar Alqur’an di sekolah anakku memang menggunakan sistem Qiraaty dan bukan Iqra, dan sepertinya metodanya lebih baik dan sangat tegas dalam penilaian bisa tidaknya murid dalam membaca dan tajwidnya. Pengajar Qiraaty juga kabarnya harus bersertifikat dan belum begitu banyak. Dalam kelulusan ini pun , setiap murid melewati tes dan tiap lembar yang di baca tidak boleh salah pengucapan dan panjang harokatnya. Mungkin Putri bukan termasuk yang cepat dalam menyelesaikan Qiraaty 1 sampai 6 –nya, aku tidak pernah memaksakan, yang aku inginkan hanya bahwa dia menyukai dan tidak tertekan dalam pelajaran ini. Saat ini Indah sekali kalau mendengar putri mengaji, beda dengan aku yang pakai sistem bisa sendiri , sampai sekarang masih suka salah baca-nya dan lancarnya juga masih kalah sama Putri. Alhamdulillah..... Keesokan harinya sejak subuh dia minta disiapkan Alqu’an untuk dibawa kesekolah dan karena aku ga punya Al-qur’an baru, jadi sementara aku beri Al-qur’an lama tapi yang masih agak rapi dan jelas tulisannya untuk dibawa ke sekolah Putri. Aku tanya apakah dia mau bawa Al-qur’an yang ada, krn memang tulisannya agak kecil, yang tulisannya agak besar sudah agak kusam karena sudah lama dan banyak dipegang. Putri ga keberatan, dan langsung merapikan dan menyiapkan di dalam tasnya. Dia bahagia sekali dan minta doa dari aku supaya hari ini saat qiraaty dia bisa lancar dan ga banyak salah. Tentu saja ibu slalu mendoakanmu nak.... Sekarang sebelum tidur, dia menyempatkan diri untuk menunjukkan kemampuannya di depanku, hari Senin kemarin dia sudah melewati halaman 13 surat Al- Baqarah dan saat dia mengaji, aku sangat terharu dan bangga sekali mendengar suara nya dan cukup sempurna mengucapkan kalam Illahi. Subhanallah ...... Aku malu juga sih, karena kualitas ku dengan putri sangat jauh .... wah kudu belajar lagi nih..... Hari ini aku ingin memberikan Al-qur’an baru ke Putri. Al-qur’an ini hadiah dari BNI Syariah saat ultah WRM kemarin di Detos, sebetulnya yang dapet anaknya temanku, tapi krn putri ga juara, mereka sepakat ngasih ke Putri, tulisannya jelas, tidak terlalu besar dan ada terjemahannya. Semoga Putri senang dengan hadiahnya dan bisa bermanfaat buat dia untuk menemaninya setiap harinya membaca ayat2 suci.. Sekrang dibungkus kado ahhh.... dia pasti senang sekali.... hmmmmm ... can’t wait for tonight . 
Yang mudah kok dibikin susah .. Dah seminggu ini aku ngerasa ga nyaman ama MP-ku, lantaran aku ga bisa nge-reply pada postingan temen2 dan jawab reply-an temen2 di postinganku sendiri. Aku sendiri ga jelas asal usulnya kenapa tiba2 kotak reply yang ada dibawah postingan menjadi kecil dan ga ada tulisan ’submit’ –nya. Ga nyaman banget pastinya, karena kebiasaan meninggalkan jejak di rumah temen2 jadi ga bisa, kalopun bisa itu kudu sebelum download selesai, karena pas udah nongol tulisan done, tampilan itu reply box langsung ngecil dan ga ada submit – nya. Pokoke ga nyaman banget deh. Trus akhirnya rubah setting ke e-mail, jadi bisa buka posting, komen lewat e-mail, tapi kan jadinya 2 kali kerjaan , dan lemot banget pastinya, mana e-mailku itu berisi bermacam2 daily digest dari belasan milis .. hehehe.... jadinya acak adut dehhh (bahasa apaan nih J ) Karena bete banget ama problem kayak gini, dan penasaran banget kenapa kok bisa jadi gini sih, aku mulai putar otak dong.. (emangnya bisa yak otak diputer2,, pusing kaleee...) Pertama2 langsung mikir, apa karena aku salah masukin kode theme ya.. lalu mulailah bereksperimen dengan theme2 lain, ga ada perubahan ... next try … Trus rubah setting.. otak atik di setting lay out, setting preference, semua tombol yang ada di MP aku bongkarin deh, tapi ga ada satupun yang memperbaiki itu tampilanku… . Next try … E-mail ke Multipy team … curhat.. ga ada respon … die juga bingung kali yeee…. Sebab, ini kejadian Cuma buat account ku yang di evanda2 aja, kalo aku buka id lain no problemo ... trus aku pindah kompie juga ga ngaruh, tampilan juga sama, reply box masih kecil. Pikiran konyol ku sih apa aku di setrap ama admin MP karena sering komen ?? ahh masa sihh... komen nya aku kan blom nyakitin temen2 kan ya... (kalo ternyata ada, mohon maap ya... ga bermaksud kok) Seminggu dah lewat.. kesel banget , dan bukan tipe ku untuk nyerah ama kejadian kayak gini.. Refresh kejadian dari awal, kenapa tiba2 saat lagi buka MP kok langsung merubah tampilan. Jadi seharusnya tidak melibatkan banyak klik dan klik di setting-an. Trus jadi kenapa yaaa.... Akhirnya aku merenung di depan tampilan reply box yang kecil itu, aku liatinnn terus , dan tiba2 ngeliat ada titik2 kecil di bagian bawah kanan reply box itu. Aku deketin kursor kesono dannnnn aku liat kursor berubah jadi tanda + yang artinya itu tampilan bisa digeser atas bawah kannn.... YA AMPUUNNNN...... langsung glek deh aku... coba di geser itu kotak dan VOALLLAAAA .... itu kotak membesar dan nongol deh itu tanda submit preview ... Ngakak asli deh aku ... hayyyahhhhh jadi cuman ini masalahnya... Cuma masalah menggeser kursor booooo....  Jadi smalam ketawa2 sendiri sampe bapaknya nanya , iihh ketawa2 sendiri, akhirnya aku ceritain masalahnya dan dia Cuma ngomong.. ”makanya jangan berpikiran terlalu lebar dulu, coba teliti asal usul masalahnya, kan ternyata yang kamu pikir ribet itu Cuma simple tohh... ” Hehehe.. iya juga ya ... terkadang kita dalam menghadapi masalah langsung berpikir jauh dan terkadang konyol, padahal mungkin aja penyelesaiannya ada didepan mata dan hanya sebuah solusi yang easy banget. Kejadian ini ada hikmahnya juga... dan barangkali juga bisa jadi masukan buat temen2 yang kena kejadian yang sama. Soalnya setiap aku tanya .. toh tidak ada satupun yang bisa jawab, even admin MP.. hehehe.... Jadi bu.... sebelum heboh., tenang dulu, jangan panik, dan cari penyelesaian dari yg sederhana dulu yaa....
Setelah perjuangan sabar, sabar, sedikit curhat, mulai kesal , nulis E-mail ke perusahaan Pusat, akhirnya notebook-ku beres juga. Thanks buat temen2 yang ikut bantuin dukung dan terutama mba Sya dan temannya yang udah mantau terus perkembangan service notebook-ku. Setelah Rabu siang itu aku curhat di MP yang aku tulis disini , trus dilanjut sama aku tulis e-mail resmi ke Customer Service Zyrex, ga lama pihak CS-nya telpon ke HP ku dan bilang kalau mereka sudah cek dan sore itu juga notebook-ku selesai dan bisa dikirim ke Bogor. Disamping rasa senang karena akhirnya masalahku selesai, aku ketawa juga, karena dari yang sebelumnya notebook-ku masih dalam status antrian yang ga jelas kapan dipegang sama teknisinya, dalam waktu singkat sudah selesai dan siap dikirim... canggih ga tuh... Jadi... kenapa siihh mesti ditunda2 untuk memberi pelayanan kepada customer, bila ternyata problem yang ada bisa diselesaikan hanya dalam waktu singkat. Kenapa sih mesti di komplen, di tulis surat resmi atau sedikit diancam dulu baru pelayanan bisa diberikan maksimal kepada konsumen ? Aku juga kerja di bidang Jasa yang sangat mengutamakan pelayanan, dan karena sadar aku juga belum bisa memberikan pelayanan terbaik pada seluruh konsumen, makanya aku pun tidak memaksakan kehendak dengan meneror pihak pelayanan untuk mengerjakan order ku dengan segera. Aku selalu memberikan toleransi waktu pada mereka, dan aku masih stok kesabaran , dan aku termasuk orang yang sangat longgar kepada masalah ini, karena aku mengerti posisi mereka. Namun customer juga punya batas waktu kesabaran dan tingkat urgensi masing2. Sehingga kesabaran dan ketenangan customer jangan dijadikan alasan untuk menunda pekerjaan sehingga masalah berlarut larut. Aku masih cukup salut untuk pihak Zyrex yang dengan cepat menanggapi e-mail kustomernya, sehingga kelalaian di satu bidang dapat segera diselesaikan sehingga kepuasan kustomernya pun bisa tetap terjaga. Hal ini bisa dijadikan contoh bagi setiap perusahaan yang juga memberikan jasa pada kustomernya sehingga ketidakpuasan yang dialami akan tertutup oleh pelayanan lainnya dan tanggapan yang cepat. Aku cinta produk Indonesia, dan semoga produk Indonesia pun bisa membenahi diri sehingga bisa dibanggakan dan dicintai oleh bangsanya sendiri, dan salah satu kuncinya adalah PELAYANAN. Akhirnya hari Kamis, jam 13.00 pihak service Centre Zyrex Bogor , meluangkan waktu liburnya untuk memberikan notebook-ku dan Alhamdulillah masalah selesai. Semoga notebook-ku akan baik2 terus dan bisa menjalankan tugasnya dengan baik, nemenin abang ngajar besok, dan nemenin aku nulis macem2 . Thanks sekali lagi buat semuanya dan semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini.
Sejak kejadian Notebook-ku yang rusak, besoknya, hari sabtu tanggal 19 April 2008 langsung aku bawa ke service centre nya yang area Bogor, dengan harapan bisa lebih cepat dan tidak dipersulit prosedurnya krn memang service centre itu sudah ditunjuk oleh Zyrex . Karena kerusakan tidak dapat dideteksi, maka notebook harus di bawa ke pusat atau Jakarta, dan jadilah notebook ku itu ditinggal untuk di reparasi.
Satu minggu aku tunggu dengan sabar, dengan memberi toleransi waktu pengiriman dan waktu pengerjaan. Akhirnya hari Jum'at tanggal 25 April aku telp dong ke SC Bogor untuk tau kondisi notebook-ku itu, jawabnya cuma belom ada kabar dari pusat... udah.. gitu doang... Aku bercuap ini itu, tapi cuma itu yang dijawab, akhirnya aku minta no tlp pusat, dan terpaksa akulah yang menghubungi pusat nya itu.
Telpon disana jawabannya lebih lucu lagi... oohhh yang dari Bogor ya bu, bentar ya, sepertinya baru nyampe dan masih nunggu antrian.. Whattssss.... masa Bogor Jakarta butuh waktu seminggu sihhhh... , aku aja tiap hari bolak balik Jak-Bor ga ada masalah... kayaknya jawaban yang sangat ga profesional banget.
tetap sabarr.... trus aku tanya gimana nasib nya dan udah diliat apa belom, akhirnya mereka bilang , sepertinya mother board nya yang rusak, tapi blom jelas juga, karena masih menunggu antrian... okeee.. sekarang dia menyalahkan antrian... dan mereka janji untuk mengecek untuk kepastiannya sore jum;at itu juga untuk telpon aku... Ditunggu ga ada telpon.. biasa lah itu... males di komplen , akhirnya janji mo nelpon, padahal mah kagak .. 
Hari Senin mau nelfon, cuma aku sabarin aja deh, kasih kesempatan dia untuk nyelesaian tugasnya dulu, kan hari Jumat dah ditegur, harusnya dipercepat dongg... Akhirnya barusan aku telpon dan mulai lagi bercerita dari awal dan ujung2nya jawaban standar .. "sebentar ya bu.. saya cek dulu .." Oke... masih sabar.... di tunggu se menit, dua menit. wah telp gw jebol dong nungguin orang ngecek ga jelas gini. Aku tutup aja deh, dan aku coba tlp ke SC yang di Bogor, jawabannya ya nyalahin yang di Jakarta lahhh... belom ada kabar dari Jakarta bu, nanti akan saya hubungi bu, sabar ya ... hmmmmmmmm .....
Udah mulai panas di hati.. aku tenangin dulu.. ngobrol topik yang lain sama teman, buat mengalihkan pikiran... Ga lama dapet telpon, ini dia nih... berani juga dia telpon, mudah2an dah bener ..
"gimana mas status notebook saya.. sudah sampai mana.." "Masih dalam antrian bu, belum dapat dipastikan kerusakannya apa, karena belum dipegang"
Ya Allahh.... sabarkanlah diriku....
"Mas, dari Jum;at sudah saya tanyakan, masa belom di pegang juga sih, emang ada berapa ribu notebook yang rusak.. apa emang produk Zyrex banyak yang rusak?? " "Ini kan untuk seluruh Indonesia bu, ya nunggu antrian aja ..." "trus sampai kapan saya harus menunggu mas, trus kerusakannya apa , apa sudah bisa diprediksi ? " "saya belum bisa memastikan bu, karena belum diperiksa " "trus setelah diperiksa, berapa lama lagi mas" "Kalau part nya ada ya bisa sesegera mungkin, kalau part nya ga ada, ya nunggu sampai ada part-nya " "Trus.... " aku udah speechless banget .. kesel, mau marah.. tapi ya gimana ya... "ya ibu sabar aja ..nanti kami hubungi"
Pengen berdalih panjang lebar, pengen mengumpat ngeluarin uneg2 kekesalan karena semua jawaban itu ga masuk kedalam kategori layanan yang baik buat pelanggan... tapi aku sadar, percuma juga membentak2, karena blm tentu dia bisa mengakomodir kekesalan-ku, belom tentu kekesalanku itu bisa mempercepat proses perbaikan. Akhirnya terpaksa aku tutup tlp nya dengan menegaskan supaya proses tolong dipercepat.
Ya ampunn... kenapa sih jadi begini, banyak banget yang ga bisa aku lakukan tanpa notebook itu, banyak yang seharusnya bisa dilakukan suamiku juga untuk proses bikin silabus untuk bahan ngajarnya dia.
Emang sih semua pasti nyalahin , kenapa beli notebook murah, padahal menurutku 6 juta bukan harga murah, padahal dengan harga segitu menurutku harusnya bisa dapat barang yang lumayan bagus, toh aku cuma make buat nulis doang, ga pake program macem2 dan ngeberatin memory notebook. Treatment thp itu barang juga wajar2 aja, aku bukan nya buta banget masalah perawatan barang elektronik, jadi ya taulah mana yang boleh dan ga boleh... Lagian usianya juga blom nyampe 5 bulan...
Hehehe.. ini skedar curhat ya... boleh dong... daripada pala gue pusing .. mending ngoceh di MP ... Tapi sadar kok, ini cobaan dari Allah, mungkin ada yang salah dari diriku , dan nguji kesabaranku juga... dan semoga ada hikmat terbaik dari pengalaman ini.
Hmmmmmm...... sabar.... sabar...... ahhh nulis surat ke Zyrex pusat ahhhhh... barangkali bisa jadi perhatian lagi... 
| |