Sejak kami mulai mempelajari agama dengan lebih mendalam, begitu banyak kami menyadari bahwa apa yang kami dapat, apa yang kami makan, apa yang peroleh terkadang bukan murni kami peroleh dari jalan yang sesuai dengan ajaran agama. Terkadang tanpa kami sadari apa yang kami peroleh berasal dari hal2 yang sebetulnya dilarang atau tidak dibenarkan oleh agama, karena menyangkut mendzalimi orang lain, menggunakan cara kasar, memperoleh dari hasil riba dan sejenisnya yang tentu saja akan mengurangi nilai ibadah kami.
Ada yang berucap.. bila kamu mau mencari penghasilan yang benar2 halal mah susah atuhhh... ga bakalan kaya... bidang usaha semakin sempit, kolega dan pembinaan hubungan juga akan susah dikembangkan, Trus gimana kamu mau menghidupkan ke 4 anakmu..?
Sempat terpikir juga olehku.. iya juga ya... tapi Alhamdulillah aku tepiskan segera pikiran untuk memalingkan diri dari niat menghalalkan cara mencari rizki kami.
Memang tidak dapat dipungkiri... lingkup pekerjaan menyempit, pastinya... tapi bukan berarti kita tidak bisa hidup kan.. Aku percaya Allah telah menggariskan rizki setiap umatnya kok, asal kita tetap berusaha.
Saat ini aku sudah hijrah ke kantor yang memang berbasis syariah, walau memang tidak murni , tapi aku berusaha untuk bekerja dengan baik sehingga penghasilan aku dari gaji insya Allah tidak mendzalimi dan tidak dari hasil yang haram. Walau keinginanku adalah berhenti dari pekerjaan ini karena ya tetap saja uang gaji ku diperoleh dari pengembangan uang dari konvensional yang berbasis 'bunga' yang sudah jelas haram hukumnya. Aku tinggal menunggu waktu , karena ya saat ini belum memungkinkan bagiku untuk berhenti dikarenakan satu dan dua hal yang memberatkan keputusanku. Semoga Allah mengampuni ku...
Begitu juga dengan abang... Sebagai karywan di perusahaan swasta, tentulah begitu banyak cara yang yaaa tau sendirilah liku2 nya untuk mencari pemasukan bagi perusahaannya . Dulu, terus terang dia mendapat tugas untuk memberi upeti kepada beberapa pihak supaya tender atau kerjasama dapat terlaksana dan tentu saja hal ini akan memajukan perusahaan. Suamiku dulu termasuk lihai .. memang tidak dikategorikan nyogok, karena belom disogok 'aparat' dan beberapa 'pihak' tersbut yang udah naruh harga 'pintu masuk' duluan. Tapi.. sejak mengerti, maka dengan berat hati suamiku harus menolak tugas itu dan minta dipindahkan ke bagian yang tidak berhubungan dengan hal hal semacam itu. Alhamdulilah diijinkan dan suamiku bisa bekerja kembali dengan tenang..
Perekonomian saat ini makin sulit, persaingan semakin berat, begitu juga yang terjadi pada kantor suamiku. Hal ini menyebabkan boss-nya suamiku mulai mencari cara2 agar perusahaan dapat terus hidup , namun ternyata cara2 yang diberikan terkadang harus melibatkan hal2 yang dilarang agama dan tentu saja sangat bertentangan dengan hati nurani suamiku. Saumiku selalu menegur dan memberi masukan kepada boss-nya mengenai hal tersbut, namun hanya cibiran dan sindiran yang diterima . Dan akhirnya suamiku tidak dilibatkan dalam kegiatan yang diluar core bisnis usaha. No problem... suamiku bekerja sesuai job-nya dan digaji berdasarkan hasil kerjaan dia..
Namun, semakin lama, ada saja cara2 boss-nya dalam menggandakan uang/ mencari dana.. dari yang investasi ke saham, investasi barang tambang , ikutan MLM, yang semuanya akhrinya hanya membuang2 dana kantor dan tanpa hasil , melainkan kerugian. Terakhir yang membuat suamiku sedih dan merasa berdosa adalah, boss-nya meminjamkan uang kantor untuk siapa saja, dengan BUNGA yang cukup besar. salah satu karyawan mencoba untuk minjam, 20 juta dan saat pinjaman di berikan, langsung diberi peringatan untuk segera membalikkan uang tersebut menjadi 35 JUTA... Namun ternyata usaha ini laku keras... banyak yang minjam, tanpa peduli dengan bunga yang ditetapkan.. astaghfirullah....
Gilaaa.... ini mah sama aja dengan rentenir... sadis amattttttt ...
Sejak saat itu, suamiku menarik diri, namun karena dia sangat2 dibutuhkan oleh bossnya, maka dia tidak diijinkan untuk keluar, tapi boss nya janji, bahwa uang yang diberikan untuk gaji suamiku adalah benar2 dari hasil yang halal, yaitu yang berasal dari core bisnis nya. Sedangkan yang hasil rentenir itu murni untuk keperluan pribadi bossnya itu..
rancu memang.. namun suamiku juga belom bisa langsung berpisah dari boss-nya itu karena beberapa hal... setidaknya boss-nya mengerti bahwa apa yang diinginkan suamiku adalah makan dari hasil yang halal dan cara yang benar.
Sekarang suamiku mulai lagi untuk mencari peluang untuk mengajar lagi. Beberapa tahun lalu memang dia adalah dosen, namun karena sibuk dengan jabatannya , maka tugas mengajar sudah dihindari. Namun melihat kecenderungan yang tidak baik ini, suamiku berpikir untuk kembali mengajar dan mengasah lagi kemampuannya untuk mendapat hasil dari proses mengajar yang tentu saja halal...
Aku sangat mendukung itu, yang aku tegaskan adalah bahwa jangan sampai jadwal yang dibuat, menggeser posisi orang lain, atau ada yang disingkirkan supaya abang bisa mengajar. Alhamdulillah mata kuliah yang diajarkan memang baru masuk di kurikulum dan tidak ada yang dirugikan oleh kondisi ini. Syukurlah....
Sejak 2 bulan lalu abang mulai belajar, bikin silabus dan utak atik beberapa buku untuk memantapkan proses ngamen-nya nanti. Setiap malam abang sempatkan belajar dan belajar... Salut aku dengan tekadnya. Ya, suamiku model yang perfeksionis dan tidak ingin mengajar tanpa persiapan matang . Ada yang bilang... ah ngajar kan gampang, boongin aja muridnya dan bisa2 nya ngibul aja lah... silabus tinggal nyontek, ngapain dibikin repot sihh,,,
Tapi bukan itu tipe dia... Dia ingin memberikan yang terbaik buat siswa2 nya , bekal yang diberikan harus dikuasai sepenuhnya dan bukan hanya contek trus ngoceh... Dulu sempat juga aku godain.. ihhh repot amat sih jadi dosen.. nyantai aja kek ama siswa.. ga usah serius2 amat... eh.. yang ada aku dinasehatin panjang lebar... bahwa prinsip itu salah...
iya juga sih... jadi malu aku ama suamiku.... thank ya bang ...
Saat dia belajar malam hari, aku hanya bisa menyiapkan suplemen kopi dan cemilan, karena buat nemenin ya ga mungkin, karena aku harus nemanin anak2 tidur. Terkadang juga dia belajar dikamar, sambil nemenin aku memerah atau sambil diselingi bincang2 dan curhat.
Besok , sabtu ini, abang mulai ngajar.. dia deg2an katanya, karena sudah lama ga naik panggung...
Semoga besok sukses ya bang.. pertama kali pastinya deg2an, tapi aku yakin , doa kami mengiringi perjuangan bapak dalam mencari nafkah...
We Love You....
*mohon doanya juga ya teman2.. semoga usaha kami dalam mendapatkan nafkah dari jalan yang halal mendapatkan jalan yang mudah.... amiin..