PGMF Moms -- Mak-nya Putri, Ghifari, Maisaan dan Fadhl ..

Eva's posts with tag: ikhlas

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ikhlas

Hati... lagi lagi hati... begitu rentan, begitu mudah tergoyah, begitu mudah retak dan begitu mudah sakit.

Ada saja tingkah laku, perbuatan, sikap yang kadang disengaja ataupun yang benar2 tidak disengaja yang ternyata bisa memicu rasa sakit hati itu.

Setiap orang rasanya ingin sekali menghindar dari rasa ini, karena akibat yang ditimbulkannya juga membuat tidak nyaman dan bisa merusak banyak hal. Namun, kita hidup di masyarakat dengan berbagai macam sifat dan ini tentu saja rentan dengan ketidaksengajaan dan kekhilafan.

Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya. Misalnya berawal dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga iri dan dengki. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol dalam hati, maka tidak sehatlah hati itu. Pemiliknya pun akan stress dan jauh dari keceriaan. Lebih jauh lagi, hal itu bisa menjauhkan manusia dari Rabb-Nya. Na’udzubillaahi mindzaalik.

Lalu, bisakah rasa itu kita atur sedemikian rupa sehingga tidak membuahkan dosa dan azab-Nya bagi kita sendiri? Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan.

Muhasabah (Koreksi Diri)

Sebelum kita menyalahkan orang lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. Bisa jadi kita merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti. Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai bersikap demikian. Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan.

Menjauhkan diri dari sifat iri, dengki dan ambisi

Iri, dengki dan ambisi adalah beberapa celah yang menjadi pintu bagi syetan untuk memasuki hati manusia. Ambisi yang berlebihan, dapat membuat seseorang buta dan tuli. Bila tidak dilandasi iman, seorang yang ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan ambisinya.

Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini. Manusia juga tak akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang. Ia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan atas dirinya. Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta dunia, sehingga dengki pun sirna.

Rasulullah bersabda, “Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Menjauhkan diri dari sifat amarah dan keras hati

Bila marah telah timbul dalam hati manusia, maka kadang manusia bertindak tanpa pertimbangan akal. Jika akal sudah melemah, tinggallah hawa nafsu. Dan syetan pun semakin leluasa melancarkan serangannya, lalu mempermainkan diri manusia. Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahwa Iblis pernah berkata, “Jika manusia keras hati, maka kami bisa membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.”

Menumbuhkan sifat pemaaf

“Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”  Demikian firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf: 199.

Allah sang Khaliq saja Maha Pemaaf terhadap hamban-Nya. Tak peduli sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf selebar-lebarnya. Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepantasnya berlaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, sebelum ia meminta maaf. Insya Allah, dengan begitu, hati akan lebih terasa lapang.

Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dimana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik.” (HR. Hakim dan At-Tirmidzi)

Husnudhdhan (berprasangka baik)

Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan jangalah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat : 12)

Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim lainnya sehingga ia melecehkan saudaranya. Ia mengatakan yang macam-macam tentang saudaranya, dan menilai dirinya lebih baik. Tentu, itu adalah hal yang tidak dibenarkan. Akan tetapi, hendaknya setiap muslim harus mawas diri terhadap titik-titik rawan yang sering memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.

Menumbuhkan Sikap Ikhlas

Ikhlas adalah kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah. Ia tidak memiliki pamrih yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan kenikmatan, maka ia bersyukur. Bila Allah mengujinya dengan kesusahannya pun ia bersabar. Ia selalu percaya bahwa Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi hambanya.

Orang yang ikhlas akan lebih mudah memenej kalbunya untuk selalu menyerahkan segalanya hanya kepada Allah. Hanya kepada-Nyalah ia mengantungkan harapan.

Sepertinya memang tidak mudah, tapi kita selalu harus berusaha dan berusaha untukmenjadi manusia yang lebih baik , dengan belajar dan belajar terus . Bila sedang dilanda sakit hati, cobalah amalkan kiat diatas. Insya Allah, beban hati akan berkurang. Dada anda pun terasa lapang. Insya Allah.

Love and Peace ....

Maraji’ :

  • Minhajul Qashidin. Ibnu Qudamah
  • Minhajul Muslim. Abu Bakr Jabir Al-Jazairi

Sumber : Majalah Nikah edisi 6/I/2002. hal. 32-33

diambil dari : http://safuan.wordpress.com/2008/01/25/manajemen-sakit-hati/


Blog EntryBelajar menerima kenyataan, walau itu sakit….Jan 29, '08 8:18 PM
for everyone
Impian, harapan, selalu diharapkan untuk menjadi suatu kenyataan.

Tantangan , cobaan, deraan, hinaan, selalu menjadi aral yang akan dihadapi untuk pencapaian kenyataan .

Kekuatan, ketabahan, kesabaran selalu akan menjadi tameng diri untuk bisa menerima kenyataan

Ketawakalan dan keikhlasan akan menjadi akhir dari suatu kenyataan.

Harus, harus dan harus

Tanpa ikhlas , akan lelah dirimu untuk terus mendumel

Tanpa Tawakal, akan letih jiwamu mencari dan terus bertanya

 

Kata orang, banyak jalan menuju Roma, ya jelaslah… Roma kan jauh…. Yg jelas aja nih, buat menuju pasar yg berjarak cuman 5 kilo pun bisa ditempuh dgn ratusan cara, apalagi Roma…. (intermezzo dikit ahhh)

Apalagi buat mencapai harapan dan keinginan… beribu cara mungkin bisa ditempuh, dan bukan ga mungkin cara yg ditempuh akan melalui cara yg unpredictable dan mungkin juga ternyata menyakitkan.

Lalu.. wajarkah bila kita tidak sadar bahwa itulah salah satu jalan itu,

Lalu kita merasa terhina dan tersinggung dengan apa yang menimpa diri kita?

Lalu diujung sempat terlintas , kenapa Tuhan memberi cobaan lagi..? Kenapa harapanku yang simple saja begitu sulit untuk terlaksana?

 

Tapi kita makhluk Tuhan yang berakal, yang memiliki iman yang tidak sedangkal itu untuk bersuudzon pada Tuhan

Tenangkan pikiran, mengadulah padaNYA

Insya Allah diberi jawaban…

 

Dan ya.. mungkin ini adalah salah satu jalan pahit untuk menggapai harapan

Mungkin ini adalah salah satu jalan agar aku bisa berhijrah

Jalan yang pahit ini harus diterima dengan sabar

Jalan yang pedih ini harus diikhlasi

Dan tetap keyakinan bahwa pasti selalu ada hikmah dari semua kejadian

Dan hanya bisa berharap semoga kenyataan segera terlaksana

Ya.. semua harus dijalani dengan keikhlasan…

 

Ikhlas …. Sering dipertanyakan …

Kata temanku, itu memang Cuma 6 huruf yang gampang diucapkan

Tapi kenyataannya apakah ada orang yang bisa benar2 melaksanakannya

Apakah disaat seorang yang kamu cintai diambil darimu tanpa sebab dan begitu tiba tiba lalu kamu bisa mengikhlaskannya

Apakah disaat seorang yang kamu sayangi direnggut darimu dengan cara yang tidak disangka lalu kamu bisa merelakannya,

Apakah disaat pekerjaanmu dipertanyakan orang dan dirimu difitnah lalu kamu bisa mendiamkannya

Apakah disaat orang menggunjingkanmu , lalu kamu bisa menerima dengan diam??

 

Lalu sampai dimana batas keikhlasan kita…

Apakah ada batas dari suatu keikhlasan …. Itu yang aku tanyakan

Karena bagiku, ikhlas ya ikhlas… ga usah dipikirin lagi, ga usah dipertanyakan lagi.. kamu harus bisa melepas, merelakan semua.

Saat anakmu sakit, ya ikhlas aja, dijalani, dicari jalan keluar, ga usah berburuk sangka pada siapapun

Saat orang yang kamu cintai meninggal, ya ikhlas saja, karena umur hanya sementara, dan kapanpun kita bisa meninggal kok, tinggal nunggu waktunya saja

Saat orang memfitnah kita, ya ikhlas saja, emangnya kamu harus gembar gembor membela diri? … time will tell the truth

Saat pekerjaan mu diambil orang , ya ikhlas saja, mungkin ditempat yang baru kamu malah bisa lebih tenang

 

Menjalaninya memang ga mudah…

Tapi ya mo gimana  lagi

Walau sakit tetap harus dilewati

Jadi… ya belajar terus lah untuk menerima kenyataan, walaupun dengan jalan yang menyakitkan….

 

Semoga peristiwa ini akan membawaku ketempat yang lebih membuatku  nyaman…..

Jakarta, 29-01-2008



Related link : Astaghfirullah , Kapankah waktu itu tiba ....,



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help