PGMF Moms -- Mak-nya Putri, Ghifari, Maisaan dan Fadhl ..

Eva's posts with tag: persahabatan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag persahabatan
Blog EntrySelamat jalan Kawan ... May 28, '08 9:33 PM
for everyone
INNALILLAHI WA INNAILAIHI ROJI'UN

TELAH BERPULANG TENGAH MALAM TADI KE RAHMATULLAH, TEMAN KITA FRIDA SAFRIANA-BNI SKC SOLO SETELAH KOMA BEBERAPA HARI DALAM PERJUANGANNYA MELAHIRKAN BAYINYA.
SEMOGA ARWAH ALMARHUMAH DAPAT DITERIMA DI SISI ALLAH SWT, DIAMPUNI
SEGALA DOSANYA & DITERMIA SEGALA AMAL IBADAHNYA.
SEMOGA KELUARGANYA DIBERI KETABAHAN, DAN SEMOGA BAYI MUNGILNYA DIBERI KASIH SAYANG LEBIH OLEH ALLAH SWT. AMIN.....

Begitu isi e-mail di pagi ini yang cukup membuatku meneteskan air mata ..
Perjuangan seorang ibu dalam penantiannya mendapatkan titipan NYA...
Perjuangan yang berbuah surga ...

Frida... aku sendiri sebetulnya tidak mengenal dia secara personal, tapi kami suka komunikasi lewat forum di kantor, dimana dia ingin tahu dan ingin lebih baik dalam menjalani hidup sebagai seorang istri dan calon ibu.
Masalah kesehatan, masalah kehamilan, masalah parenting, kita share semua..

Namun jalan lain harus engkau tempuh kawanku..
Insya Allah anakmu akan menjadi anak sholeh (aku blm dpt kabar jenis kelaminnya).
Dan semoga suami dan keluarga bisa menerima dengan keikhlasan dan kesabaran....

ps: Frida memiliki asma, dan ingin melahirkan normal, pada pembukaan 8 , saat dokter meninggalkan untuk sholat Isya, ternyata Frida tidak kuat, dan akhirnya koma karena pembuluh darahnya pecah.



Blog EntryMP FRIENDSHIP WRITING EVENT - My Dear Alida …Apr 1, '08 11:30 PM
for everyone

Ngikutin ah tantangan yang dibikin ama Ibu cupcakes ini di http://ezrakarundeng.multiply.com/journal/item/183 , sempat bingung karena harus mikir satu orang yang inspiring me . Karena bagi ku, semua contact ku di MP adalah inspirasi bagi ku dalam melewati hari2 , lewat sharing, lewat komentar, lewat curhatan, lewat artikel , lewat canda, bahkan lewat resep2 yang kadang aku coba praktekin walau keseringannya Cuma di print dan masuk laci dapur :D.

 

Setelah semalam mikir-mikir (adduuhhh kesannya susah banget yak ;) ), akhirnya aku nemu siapa yang pengen aku jadiin tema persahabatanku ini.

Yup.. dia adalah Alida mom nya Alyssa .

 

Kenapa dengan Alida, karena lewat dia aku mulai ngisi jurnal di MP, yang sebelumnya Cuma jadi account kosong krn ga ngerti mau diisi apaan.

Perkenalanku dengan Alida cukup unik, waktu itu aku nanya ke milis Sehat tentang Bagaimana belajar bahasa isyarat untuk orang bisu, ga lama Alida reply ke e-mail tentang pengalamannya. Setelah email2an masalah itu dan clear .. sudah deh ga pernah kontak lagi.

 

Trus aku baca di milis sehat ada postingan Alida, eh ada link ke MP-nya, menjarahlah aku kesana, dan kok ya ngembahas tentang PESAT Bogor tahun 2007, yang kebetulan aku juga ikut didalamnya, walau Cuma jadi peserta. Saat itu aku masih blom ngeh dan ga kenalan secara langsung sama dia.

 

Dari situ mulailah aku aktif di MP dan mencoba mengenal teman2 lebih mendalam.

Di acara Grand Launching AIMI , aku sempatkan datang dan ketemu juga dengan si cantik , ibunya Alyssa yang lucu. Sempet juga nyibukin dia ttg lokasi yang bikin bingung ... Cuma karena dia adalah panitia, jadinya ga sempat ngobrol banyak  deh.

 

Pertemanan kita banyak dilakukan lewat MP dan chatting aja, ada beberapa hal yang aku kagum dari sosoknya. Aku suka ketegasannya, kekonsistenannya dalam masalah per-ASI-an, dedikasinya dalam organisasi dan kegiatan sosial, dan berbagai hal yang memang menunjukkan sosok tegas dan kuat dari dirinya.

Terakhir adalah saat dia dengan tegas keluar dari pekerjaannya, wahhhh salah satu targetku yang belum bisa aku laksanakan , dan dia dengan tegas dan berani memantapkan diri untuk mencoba jalur lain dan bebas dari beban dan tekanan. Hmmm kapan ya say aku bisa sepertimu ...

 

Kemarin saat Aksi Damai AIMI , sempat ketemu dan ngobrol juga dengannya, bahkan sempet ngerepotin buat minta beliin kaos AFB.. thanks ya say...

 
Alida...mungkin pertemanan kita belom mendalam, tapi bagi aku sendiri, aku kagum sama dirimu ... Semoga kita bisa terus menjalin tali silaturahim walau hanya dalam dunia maya....

Love you and Take care of your self, You’re a great person …



Blog EntryLihatlah, Siapa Temanmu…!Mar 13, '08 4:01 PM
for everyone

Lihatlah, Siapa Temanmu…!

Ditulis pada oleh wahonot

Oleh: Bintu Humron

 “Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita. “Apabila engkau berada di tengah-tengah suatu kaum maka pililhlah orang-orang yang baik sebagai sahabat, dan janganlah engkau bersahabat dengan orang-orang jahat sehingga engkau akan binasa bersamanya

“Wanita adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga dia tak akan pernah lepas dari pola interaksi dengan sesama. Terlebih dominasi perasaan yang melekat pada dirinya, membuat dia butuh teman tempat mengadu, tempat bertukar pikiran dan bermusyawarah. Berbagai problem hidup yang dialami menjadikan dia berfikir, meminta pendapat, saran dan nasehat teman adalah suatu hal yang perlu. Maka teman sangat vital bagi kehidupannya, siapa sih yang tidak butuh teman dalam hidup ini..?.

Namun wanita muslimah adalah wanita yang dipupuk dengan keimanan dan dididik dengan pola interaksi Islami. Maka pandangan Islam dalam memilih teman adalah barometernya, karena dirinya sadar, teman yang baik (shalihah) memiliki pengaruh besar dalam menjaga keistiqomahan agamanya. Selain itu teman shalihah adalah sebenar-benar teman yang akan membawa mashlahat dan manfaat. Maka dalam pergaulannya dia akan memilih teman yang baik dan shalihah, yang benar-benar memberikan kecintaan yang tulus, selalu memberi nasihat, tidak curang dan menunjukan kebaikan. Karena bergaul dengan wanita-wanita shalihah dan menjadikannya sebagai teman selalu mendatangkan manfaat dan pahala yang besar, juga akan membuka hati untuk menerima kebenaran. maka kebanyakan teman akan jadi teladan bagi temannya yang lain dalam akhlak dan tingkah laku. Seperti ungkapan

“Janganlah kau tanyakan seseorang pada orangnya, tapi tanyakan pada temannya. karena setiap orang mengikuti temannya”.

Bertolak dari sinilah maka wanita muslimah senantiasa dituntut untuk dapat memilih teman, juga lingkungan pergaulan yang tak akan menambah dirinya melainkan ketakwaan dan keluhuran jiwa. Sesungguhnya Rasulullah juga telah menganjurkan untuk memilih teman yang baik (shalihah) dan berhati-hati dari teman yang jelek. Hal ini telah dimisalkan oleh Rasulullah melalui ungkapannya:

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (Riwayat Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)1

Dari petunjuk agamanya, wanita muslimah akan mengetahui bahwa teman itu ada dua macam. Pertama, teman yang shalihah, dia laksana pembawa minyak wangi yang menyebarkan aroma harum dan wewangian. Kedua teman yang jelek laksana peniup api pandai besi, orang yang disisinya akan terkena asap, percikan api atau sesak nafas, karena bau yang tak enak.

Maka alangkah bagusnya nasehat Bakr bin Abdullah Abu Zaid, ketika baliau berkata, ” Hati-hatilah dari teman yang jelek …!, karena sesungguhnya tabiat itu suka meniru, dan manusia seperti serombongan burung yang mereka diberi naluri untuk meniru dengan yang lainnya. Maka hati-hatilah bergaul dengan orang yang seperti itu, karena dia akan celaka, hati-hatilah karena usaha preventif lebih mudah dari pada mengobati “.
Maka pandai-pandailah dalam memilih teman, carilah orang yang bisa membantumu untuk mencapai apa yang engkau cari. Dan bisa mendekatkan diri pada Rabbmu, bisa memberikan saran dan petunjuk untuk mencapai tujuan muliamu.

Maka perhatikanlah dengan detail teman-temanmu itu, karena teman ada bermacam-macam, ada teman yang bisa memberikan manfaat ada teman yang bisa memberikan kesenangan (kelezatan) dan ada yang bisa memberikan keutamaan. Adapun dua jenis yang pertama itu rapuh dan mudah terputus karena terputus sebab-sebabnya. Adapun jenis ketiga, maka itulah yang dimaksud persahabatan sejati. Adanya interaksi timbal balik karena kokohnya keutamaan masing-masing keduanya. Namun jenis ini pula yang sulit dicari. (Hilyah Tholabul ‘ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaid halarnan 47-48)

Memang tidak akan pernah lepas dari benak hati wanita muslimah yang benar-benar sadar pada saat memilih teman, bahwa manusia itu seperti barang tambang, ada kualitasnya bagus dan ada yang jelek. Demikian halnya manusia, seperti dijelaskan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam :

” Manusia itu adalah barang tambang seperti emas dan perak, yang paling baik diantara mereka pada zaman jahiliyyah adalah yang paling baik pada zaman Islam jika mereka mengerti. Dan ruh-ruh itu seperti pasukan tentara yang dikerahkan, yang saling kenal akan akrab dan yang tidak dikenal akan dijauhi “ (Riwayat Muslim)

Wanita muslimah yang jujur hanya akan sejalan dengan wanita-wanita shalihah, bertakwa dan berakhlak mulia, sehingga tidak dengan setiap orang dan sembarang orang dia berteman, tetapi dia memilih dan melihat siapa temannya. Walaupun memang, jika kita mencari atau memilih teman yang benar-benar bersih sama sekali dari aib, tentu kita tidak akan mendapatkannya. Namun, seandainya kebaikannya itu lebih banyak daripada sifat jeleknya, itu sudah mencukupi. Maka Syaikh Ahmad bin ‘Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi atau terkenal dengan nama Ibnu Qudamah AlMaqdisi memberikan nasehatnya juga dalam memilih teman: “Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita. Ada pula orang yang berteman karena kepentingan Dien (agama), dalarn hal inipun ada yang karena ingin mengambil faidah dari ilmu dan amalnya, karena kemuliaannya atau karena mengharap pertolongan dalam berbagai kepentingannya. Tapi, kesimpulan dari semua itu orang yang diharapkan jadi teman hendaklah memenuhi lima kriteria berikut; Dia cerdas (berakal), berakhlak baik, tidak fasiq, bukan ahli bid’ah dan tidak rakus dunia. Mengapa harus demikian ?, karena kecerdasan adalah sebagai modal utama, tak ada kabaikan jika berteman dengan orang dungu, karena terkadang ia ingin menolongmu tapi malah mencelakakanmu. Adapun orang yang berakhlak baik, itu harus. Karena terkadang orang yang cerdaspun kalau sedang marah atau dikuasai emosi, dia akan menuruti hawa nafsunya. Maka tak baik pula berteman dengan orang cerdas tetapi tidak berahlak. Sedangkan orang fasiq, dia tidak punya rasa takut kepada Allah. Dan barang siapa tidak takut pada Allah, maka kamu tidak akan aman dari tipu daya dan kedengkiannya, Dia juga tidak dapat dipercaya. Kalau ahli bid’ah jika kita bergaul dengannya dikhawatirkan kita akan terpengaruh dengan jeleknya kebid’ahannya itu. (Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah hal 99).

Maka wanita muslimah yang benar-benar sadar dan mendapat pancaran sinar agama, tidak akan merasa terhina akibat bergaul dengan wanita-wanita shalihah meskipun secara lahiriyah, status sosial clan tingkat materinya tidak setingkat. Yang menjadi patokan adalah substansi kepribadiannya dan bukan penampilan dan kekayaan atau lainnya. “Pergaulan anda dengan orang mulia menjadikan anda termasuk golongan mereka, karenanya janganlah engkau mau bersahabat dengan selain mereka”.

Oleh karena itu datang petunjuk Al Qur’an yang menyerukan hal itu :
“Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya dipagi dan disenja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”(Al-Kahfi:28)

Footnote:
1.Al Bid’ah, Dr. Ali bin M. Nashir

Maraji :Hilyah tolabul ‘ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaed

Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah

Bid’ah dhowabituha wa atsaruhas Sayyisil Ummah,Dr. Ali Muhammad Nashir AlFaqih

Sahsiyah Mar’ah, Dr M.Ali Al Hasyimi

Dikutip dari Buletin Dakwah Al-Atsari, Cileungsi Edisi X Sha’ban 1419 H

 


Blog EntryDalam Persahabatan itu ....Nov 1, '07 12:44 AM
for everyone

Persahabatan adalah hal yang indah , namun ada beberapa hak yang harus dipenuhi seseorang karena jalinan persahabatan dan persaudaraan di antara mereka, yaitu :

1. Memenuhi kebutuhan2nya, ada tiga tingkatan :

a.       Memenuhi kebutuhannya ketika diminta dan ia mampu --> Tingkatan terendah

b.      Memenuhi kebutuhan-kebutuhannya tanpa menunggu dia meminta --> Tingkatan pertengahan

c.       Memenuhi kebutuhan sahabatnya daripada kebutuhan dirinya sendiri --> tingkatan tertinggi

2. Pada saat tertentu lidah tidak boleh bicara, dan pada saat lain berbicara;

Maksudnya adalah diam, tidak menyebutkan aib saat sahabatnya ada atau saat tidak ada , tidak membantahnya, tidak mendebatnya, tidak menanyakan sesuatu yg sahabatnya tidak suka, tetap menjaga rahasia sekalipun persahabatan telah putus, tidak menjelek2an siapapun yang dicintainya dan tidak menceritakan kepada teman celaan orang lain mengenainya

3. Tidak boleh mengatakan apapun yang tidak disukai, kecuali hal-hal yg memang harus dikatakan karena perkara amar ma'ruf nahi mungkar sebab tidak ada keringanan untuk diam dalam hal ini. Cara ini merupakan gambaran berbuat baik kepadanya.
Ketahuilah, jika engkau menuntut teman bebas dari kekurangan, engkau tidak akan mendapatkannya. Barangsiapa kebaikannya lebih dominan dari keburukannya, itu sudah bagus.

   Ibnul Mubarak rahimatullah berkata "Orang mu'min memaklumi kesalahan teman, orang munafik mencari2 kesalahan orang lain"

4. Lidah harus berbicara. Yang harus diterapkan pada lidah ialah tidak mengatakan hal yang tidak disukai, lidah harus mengatakan hal-hal yang disukai, seseorang harus menunjukkan kecintaannya pada sahabatnya lewat lidahnya, mencari tahu keadaannya, menanyakan masalahnya, menampakkan perhatian padanya, dan menunjukkan kesenangan saat sahabatnya senang.

Dalam sebuah hadist shohih, disebutkan : ”Jika salah seorang diantara kalian mencintai saudaranya, maka hendaklah ia menyatakan kepadanya” (diriwayatkan At-Tarmidzi, Abu Daud)

5.      Mendoakan sahabat sewaktu hidupnya dan setelah matinya. Mendoakannya seperti engkau berdoa untuk dirimu sendiri. Diriwayatkan dari Hadist Abu Darda bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda , ”Doa seorang muslim bagi saudaranya yang tidak berada di tempat adalah dipenuhi. Disisi kepalanya ada seorang malaikat yang diwakilkan. Setiap kali ia mendoakan suatu kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang diwakilkan itu menjawab,’Amin, dan bagimu seperti itu pula’.” (diriwayatkan Muslim)

6.      Setia dan tulus. Maksud setia ialah tetap mencintai sahabatnya sekalipun telah meninggal dunia, yaitu dengan mencintai anak-anaknya atau rekan-rekannya. Diantara gambaran kesetiaan ialah tidak mengurangi rasa Tawadhu kepadanya, sekalipun kedudukannya sudah tinggi, mapan, dan terpandang. Tapi, mengikuti sahabat dalam hal-hal yang bertentangan agama tidak termasuk kesetiaan.

7.      Tidak Membebani, tapi justru memberi keringanan. Tidak membebani temannya dalam hal-hal yang berat dan sulit, sebaliknya seseorang harus mendatangkan kegembiraan kepada sahabatnya dengan membebaskannya dari beban dan kebutuhan. Dia tidak boleh mengandalkan kedudukan dan harta sahabatnya. Tujuan mencintainya hanya karena Allah semata, menolong agamanya, bertawarrub kepada Allah dengan memenuhi hak-haknya, dan menjaga nama baiknya.

 
 
Diambil dari Makalah Daurah Muslimah ke -10, Bogor, 2007 ; Adab terhadap teman; dibawakan oleh Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz


Blog EntrySiapa sih sahabatmu.....Oct 29, '07 5:36 AM
for everyone

Setiap manusia tidak  bisa hidup dalam kesendirian. Kita butuh dengan pergaulan, dengan persahabatan dan persaudaraan. Allah pun selalu menyebutkan bahwa kita harus selalu membina hubungan antar manusia, selain tentunya hubungan dengan Allah sebagai pencipta.
Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah menyebutkan dalam bukunya sifat2 yang disyariatkan tentang orang yang dipilih menjadi teman, bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
    "Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, Maka hendaklah setiap orang diantara  kalian melihat siapa yang menjadi temannya."
(diriwayatkan Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ahmad dengan sanad Hasan)

Tidak semua orang layak dijadikan teman, karena itu orang yang akan dijadikan teman harus memiliki sifat2 yang menunjang persahabatan.

Apa saja manfaat dari persahabatan itu, bisa dikategorikan ke 3 bagian :

à Persahabatan yang berorientasi pada keduniaan, seperti pemanfaatan harta dan kedudukan atau hanya sekedar persahabatan saja sebagai teman berbincang.

à Persahabatan yang berorientasi agama, yang memiliki tujuan beragam, mencari manfaat lewat ilmu dan amal, mencari  manfaat lewat kedudukan, berjaga dari gangguan orang yg bisa mengotori hati dan menghalangi utk melaksanakan ibadah, mencari dukungan dalam melaksanakan tugas  sehingga kondisinya menjadi kuat.

à Persahabatan yang bertujuan untuk mencari manfaat kepentingan akhirat, sebagaimana yang pernah dikatakan sebagian salaf ”Perbanyaklah teman karena setiap orang mukmin itu mempunyai syafaat.”

Secara global, orang yang bisa kita pilih menjadi teman karib harus memenuhi lima sifat :

  1. Orang yang berakal; karena akal dan kepandaian merupakan modal yang utama, shg bisa memberikan manfaat dari pemahaman yang dimilikinya
  2. Baik akhlaknya; ini  merupakan keharusan, karena orang yang lebih dikuasai amarah dan nafsu dan dia tunduk kepada nafsunya, tidak ada manfat bergaul padanya
  3. Bukan orang fasik; orang fasil tidak pernah merasa takut pada Allah, orang yang tidak takut kepada Allah , tentu sulit dipercaya dan sewaktu-waktu orang lain tidak aman dari tipu dayanya
  4. Bukan seorang pembohong/pendusta ; Uman bin Khathab Radhiyallahu Anhu pernah berkata ”hendaklah engkau mencari rekan-rekan yang jujur, niscaya engkau akan hidup aman dalam lingkungannya . Mereka merupakan hiasan pada saat gembira dan hiburan disaat berduka. Letakkan urusan saudaramu pada tempat yang paling baik hingga dia datang padamu untuk mengambil apa yang dititipkan kepadamu. Hindarilah musuhmu dan waspadailah temanmu, kecuali orang yang takut pada Allah. Janganlah engkau berteman dengan orang keji karena engkau bisa belajar dari kefasikannya. Jangan engkau bocorkan rahasiamu kepadanya dan mintalah pendapat dalam menghadapi masalahmu kepada orang-orang yang takut kepada Allah”
  5. Tidak rakus terhadap dunia;

Diambil dari Makalah Daurah Muslimah ke -10, Bogor, 2007 ; Adab terhadap teman; dibawakan oleh Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help